Tiga Desa Adat Majukan Sektor Pariwisata Batak

Tiga Desa Adat Majukan Sektor Pariwisata Batak

Tiga desa adat Batak di Bona Pasogit yang berada di sekitar Danau Toba akan dijadikan penopang kemajuan pariwisata di Sumatra Utara khususnya di Danau Toba dan ketiga desa sudah mulai direvitalisasi untuk kepentingan wisata.

Tiga Desa Adat Majukan Sektor Pariwisata Batak

Adapun desa yang pertama adalah desa adat Ragi Hotang di Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa. Selanjutnya Desa Adat Hutagaol Sihujur di Kecamatan Silaen, yang masuk wilayah Kabupaten Tobasa dan yang ketiga adalah Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Kabupaten Simalungun, “Keterangan dari Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas dari Kementerian Pariwisata.

Peresmian ketiga desa adat yang direvitalisasi tadi membawa dampak yang sangat baik. Sampai sekarang ini di Kabupaten Tobasa kurang lebih ada 4000 rumah adat yang mempunyai bentuk dan desain arsitektur yangn sangat unik. Rumah adat ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu berbentuk panggung dengan tiang pancangnya yang kokoh sehingga menjadi salah satu lokasi wisata yang selalu dikunjungi wisatawan domistik maupun manca negara.

Sedangkan untuk desainnya mempunyai khas tersendiri yaitu ukiran dan ornamennya berwarna merah, hitam, dan putih yang merupakan filosofis budaya Batak yang dikagumi wisatawan.

Adat dan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat sehingga masyarakat perlu dilibatkan dalamnya. Untuk merevitalisasi desa adat maka diperlu adanya sinergi antara Kementerian Pendidikan Budaya dan Pariwisata. Dan budaya perlu dilestarikan karena dapat mensejahtrakan masyarakat.

Salah satu cara untuk pelestarian budaya perlu adanya kegiatan dalam hal ini Kemenpar pernah mengadakana kegiatan lomba desain arsitektur nusantara bersama Bakraf (Badan Ekonomi Kreatif) agar merumuskan model-model rumah adat yang khas. Menpar juga meminta apabila merevitalisasi desa wisata dan homestay supaya memperhatikan penggunaan desain arsitektural nusantara.

Sedangkan untuk lokasi yang dipersiapkan menjadi world class tourism destination, desa adatnya berada disekitar Danau Toba yang suadah terkenal di Manca Negara. Danau Toba merupakan danau terdalam dan danau vulkanik terbesar didunia dan nomor 2 terbesar setelah Victoria Lake di Afrika. Dan ditengah Danau Taba ada Pulau Samosir yang panjangnyasekitar 100 Km x 30 km dan yang sangat fantastis adalah are pulau Samosir mencapai 64000 hektar.

Kemenpar juga mempunyai rencana membangun 100.000 homestay apabila ini dikaitkan dengan desain Arsitektur rumah adat disana sangat cocok tujuan desa wisata, sebab nuansa budayanya sangat kental karena budaya dan pariwisata merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Pembangunan Desa Adat sekarang ini adalah prioritas Nasional.

Adapun tujuannya, supaya masyarakat secara terus menerus dan konsisten melestarikan adat dan budaya yang mereka punyai sehingga masyarakat mau belajar sejarah adan adat istiadat yang ada dikawasan Danau Toba.

Revitalisasi Desa Adat yang diutamakan adalah pembangunan fisik rumah adat tersebut
sehingga masyarakat bisa mengembangkan desa sebagai objek wisata yang lebih maju.
Peresmian revitalisasi Tiga Desa adat dihadiri dari berbagai kalangan pejabat dari pusat dan daerah serta masyarakat setempat.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *